9. Modul Standard Operating Procedure (SOP) Manajemen Pemupukan

Latar Belakang
Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman keras. Untuk menunjang pertumbuhan akar, batang dan daun, pohon sawit tetap memerlukan pupuk. Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memperbaiki keadaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman pupuk yang digunakan baik pupuk organik maupun anorganik. Tingkat kesuburan tanah sangat identik dengan keseimbangan biologi, fisika dan kimia tanah, namun dengan saat ini pemberian pupuk banyak diberikan secara terus menerus dan dosis berlebihan akan merusak keseimbangan.
Pemupukan kelapa sawit dalam hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan atau terus-menerus setiap hari diberi pupuk. Waktu pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan ketika curah hujannya kecil dan tidak boleh ketika sedang musim hujan. Pupuk yang baik sebaiknya dapat memperbaiki kemasaman tanah dan merangsang perakaran. Sehingga proses pemupukan kelapa sawit bisa berjalan dengan baik. Dengan kata lain dalam pemupukan kelapa sawit juga harus diperhatikan prosedurnya untuk hasil yang maksimal.
Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal.
 
Tujuan
1) Pemupukan adalah pemberian unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang tidak atau dalam jumlah yang sangat terbatas terdapat dalam tanah yaitu penambahan bahan tertentu kedalam tanah agar tanah tersebut menjadi subur. Untuk memberikan keseimbangan dalam kebutuhan tanaman kelapa sawit maka diperlukan penambahan pemberian unsur hara yang dibutuhkan.
2) Memberikan panduan pelaksanaan pemupukan pada pembibitan, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan pemeliharaan tanaman menghasilkan [TM]
3) Diperoleh pertumbuhan tanaman dan produktivitas yang standar