8. Modul Standard Operating Procedure (SOP) Manajemen Kastrasi Dan Penunasan

Latar Belakang
Tanaman kelapa sawit mulai mengeluarkan bunga setelah berumur 9 bulan, tergantung pertumbuhannya. Pada saat tersebut, bunga yang dihasilkan masih belum membentuk buah sempurna sampai tanaman berumur sekitar 24 bulan sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Oleh sebab itu, semua bunga maupun buah yang keluar sampai dengan umur 24 bulan perlu dibuang. Biasanya dilakukan pada umur 18 bulan sejak tanam di lapangan sampai dengan 25 bulan yang ke bulan 26 stop kastrasi. Kastrasi merupakan pekerjaan membuang bunga pada tanaman belum menghasilkan sampai dengan umur 25 bulan setelah ditanam di lapangan..
Dalam pemeliharaan tanaman kelapa sawit, perlu diperhatikan pertumbuhan vegetative (akar,batang dan daun) dan pertumbuhan bunga dan buah. Pada masa pertumbuhan vegetative, munculnya Bunga, baik jantan maupun betina dapat mengganggu perkebnagan pertumbuhan vegetative. Oleh karena itu baik Bunga jantan maupun betina yang muncul sebelum waktunya harus dibuang.
Dengan kata lain Membuang buah, bunga jantan dan bunga betina untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif serta Mengurangi resiko serangan jamur marasmius sp. Kastrasi merupakan pekerjaan penting sebelum tanaman beralih dari TBM ke TM.
 
Tujuan
Untuk memberikan standarisasi kastrasi dan manajemen kanopi yang berlaku di lingkungan perkebunan rakyat. Selain itu kastrasi memiliki tujuan mengalihkan nutrisi untuk produksi buah yang tidak ekonomis ke pertumbuhan vegetatif, pokok sawit yang telah dikastrasi cenderung lebih kuat dan seragam dalam pertumbuhannya, pertumbuhan buah yang lebih besar dan seragam beratnya, dan menghambat perkembangan hama dan penyakit (Tirathaba, Marasmius, tikus dan sebagainya).