4. Modul Standard Operating Procedure (SOP) Manajemen Pembibitan

. Latar Belakang
Keberhasilan produksi CPO sangat ditentukan oleh penggunaan bibit unggul bersertifikat, serta Kualitas (jenis bibit dan tingkat pertumbuhannya) dan kuantitas bibit kelapa sawit. Kualitas bibit juga menentukan apakah tanaman kelapa sawit dapat dipanen mulai pada umur 30 bulan di lapangan. Kualitas bibit dipengaruhi, antara lain oleh:
a) Varietas dan Sumber bibit atau potensi genetik.
b) Proses pembibitan (Kultur teknis) dalam penanaman dan pemeliharaan bibit.
c) Seleksi bibit
d) Umur bibit pada waktu ditanam di lapangan
Pemilihan varietas dan sumber bibit merupakan faktor terpenting, karena setelah ditanam di lapangan selama 25-30 tahun potensi produksi tidak mungkin dapat diperbaiki, sedangkan faktor-faktor lain masih dapat diperbaiki pada tahun-tahun berikutnya. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan bibit terbaik adalah persiapan pembibitan yang matang, disertai dengan pelaksanaan kultur teknis yang baik.
 
 Tujuan
Tujuan di buatnya Modul Standard Operating Procedure (SOP) Pembibitan ini adalah untuk Mempersiapkan dan menghasilkan bibit kelapa sawit unggul berkualitas baik yang harus tersedia sesuai dengan kebutuhan tahapan penanaman