SPKS SPKS ragukan data Kementerian ESDM soal keterlibatan petani di program mandatori biodiesel B30>

SPKS ragukan data Kementerian ESDM soal keterlibatan petani di program mandatori biodiesel B30

Jakarta, Elshinta.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) membantah pernyataan Dadan Kusdiana selaku Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dimana sebelumnya menyatakan bahwa jumlah petani yang terlibat dalam program mandatori biodiesel di on farm sekitar 1.198.766 petani dan pada off farm sekitar 9.046 orang pada tahun 2020. Mansuetus Darto, Sekjen SPKS Nasional sangat meragukan  data yang disampaikan tersebut, bahkan sangat menyangkan dan menyatakan dengan tegas bahwa program biodiesel B30 ini belum dinikmati oleh petani sawit.

Saat ini petani sawit terutama petani swadaya belum terlibat dalam program biodiesel B30, bahan baku program biodiesel saat ini berasal dari kebun-kebun perusahaan sendiri bukan dari kebun-kebun petani swadaya, tidak ada satupun kelembagan tani saat ini yang mensuplay bahan baku kepada perusahan-perusahaan yang memproduksi biodiesel B30 tersebut, padahal banyak petani swadaya disekitar perusahan-perusahaan ini, petani-petani swadaya ini justru menjual buahnya kepada tengkulak, lodingram, yang menyebabkan harga sangat rendah diterima oleh petani, artinya ini program biodiesel ini belum mampu mensejahterakan petani sawit,  tegas darto. dalam keterangan tertulis, rabu 23 Desember 2020.

Darto menambahkan yang diminta petani saat ini adalah program biodiesel ini harus dievaluasi dulu karena belum ada keterlibatan petani sawit dan peningkatan kesejahteraan petanisawit dari program ini, setelah itu pemerintah melalui kementerian ESDM harus segera membuat aturan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan  yang memproduksi biodiesel membeli bahan baku untuk kebutuhan biodiesel berasal dari kebun-kebun petani sawit terutama sawit swadaya melalui kemitraan dengan koperasi-koperasi milik petani. 

“Memang saat ini petani swadaya banyak yang tidak memiliki kelembgaan koperasi tetapi ini harus menjadi tangung jawab perusahaan-perusaan tersebut mulai melakukan pendampingan kepada petani sawit mebangun koperasi dan melatih petani sawit. ini harusnya wajib dilakukan karena perusahaan-perusaan biodiesel ini mendapatkan subsidi yang besar dari dana sawit yang sudah dikumpulkan oleh Badan Pengelola Perkebunan Sawit (BPDPKS)," kata Darto dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (25/12). 

Darto menambahkan kembali, jumlah dana sawit yang dikumpulkan oleh BPDPKS  tersebut sejak tahun 2015-2019 senilai Rp. 47, 28 triliun, dimana alokasi untuk subsidi program biodiesel paling mayoritas dari tahun 2015 hingga 2019 sangat besar berjumlah Rp.30,2 T atau 89,86% dari total dana sawit  dan terus naik setiap atau, sementara yang disalurkan untuk petani melalui program peremajaan sawit rakyat hanya petani Rp. 4,5 triliun sampai dengan saat ini.