5 Fakta Seputar Kelapa Sawit Indonesia

Membahas kelapa sawit tidak akan pernah bisa lepas dari segudang fakta menarik, keunikan, dan keunggulan yang dimiliki komoditas ini.

Tidak salah jika kelapa sawit dijuluki sebagai 'incredible tree' yang memberikan banyak manfaat baik bagi sektor perekonomian Indonesia maupun masyarakat dan pelaku usaha yang terlibat dalam usaha perkebunan tersebut.

Berikut ini, terdapat 5 fakta menarik terkait perkebunan dan industri kelapa sawit Indonesia :

 

1. Berlangsung lebih dari satu abad

Perkebunan dan industri kelapa sawit Indonesia sudah berusia lebih dari satu abad, tetapi masih tetap eksis dan terus berkembang pesat. Sejak tahun 2006, Indonesia berhasil menyalip posisi Malaysia sebagai raja minyak sawit dunia dan sekaligus mengalahkan Amerika Serikat untuk minyak nabati dunia.

Dalam buku The Tropical Oil Crop Revolution yang diterbitkan Stanford University disebutkan bahwa minyak sawit Indonesia merupakan aktor utama dalam revolusi minyak nabati tropis yang mampu mengguncang pasar minyak nabati dunia.

 

2. Produsen dan eksportir terbesar

Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dengan luas lahan mencapai 16,38 juta hektare, yang 40 persen dari total lahan tersebut dikuasai oleh rakyat. Indonesia juga menjadi negara pertama di dunia yang telah berhasil mengimplementasikan B30 dan terus mengembangkan inovasi tersebut hingga mencapai B100 (100 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit).

Penggunaan B30 tersebut memberikan keuntungan berupa penghematan devisa negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi biodiesel, pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), serta peningkatan konsumsi domestik CPO.

 

3. Selalu ada peningkatan tiap tahun

Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015, produksi CPO Indonesia sebesar 31,07 juta ton dan meningkat hingga 51,8 juta ton pada 2019.

Jenis produk turunan kelapa sawit yang diekspor maupun yang dikonsumsi dalam negeri terdiri darioleochemicals, biodiesel, lauricrefined, dan crude. Mayoritas produksi minyak sawit di Indonesia dialokasikan untuk ekspor dan menghasilkan devisa negara lebih dari USD20 miliar setiap tahun.

 

4. Memiliki lebih dari 1.700 perusahaan perkebunan

Terdapat sejumlah 1.731 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdiri atas 162 PBN (Perusahaan Besar Negara) dan 1.569 PBS (Perusahaan Besar Swasta) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan persentase sebarannya, sekitar 57 persen dari total perusahaan perkebunan tersebut berada di Pulau Sumatera dan 38 persen berada di Pulau Kalimantan. Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit terbanyak di Indonesia yakni 329 perusahaan. 

 

5. Perkebunan sawit bukan penyebab deforestasi

Kelapa sawit bukanlah penyebab deforestasi. Konvensi hutan primer untuk pemanfaatan lain telah dimulai sebelum ekspansi perkebunan kelapa sawit dimulai. Perkebunan kelapa sawit tumbuh dan menempati lahan yang sudah terdegradasi.

Menariknya, kelapa sawit justru mengubah lahan terdegradasi tersebut menjadi area produktif. Perkebunan kelapa sawit yang dikonversi langsung dari hutan produksi hanya sekitar 3 persen.

SUMBER : https://www.wartaekonomi.co.id/read276302/5-fakta-menarik-tentang-sawit-indonesia-check-it-out/0